Saturday, February 21, 2009

Anak saya vegetarian

Awalnya saya tidak tahu apa itu vegetarian, kemudian teman saya menerangkan bahwa itu adalah pilihan untuk tidak memakan segala jenis daging. Pikiran saya betapa tidak mengenakkan meninggalkan ayam goreng, sate kelinci, rendang sapi, gulai kambing, ikan bakar, bakso urat, sosis babi dan sebagainya. Itu semua adalah makanan favorit saya. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah buku dan selebaran mengenai fakta dibalik semua yang saya makan tadi. Wah, saya sungguh tidak meyangka bahwa hewan-hewan yang tidak bersalah itu sangat menderita oleh kepuasaan sesaat perut dan lidah saya. Selain itu, daging yang mengendap dalam tubuh saya sekian tahun ini, adalah awal cikal bakal munculnya banyak penyakit kelak jika saya berusia lanjut (catatan penulis: daging mengandung lemak jenuh/lemak jahat yang susah diserap oleh tubuh, tumpukkannya yang menahun dalam tubuh disebut kolesterol, dan kolesterol bisa menghambat aliran darah, dari sinilah awal munculnya penyakit). Dan yang pasti menderita, keluarga saya juga. Sejak saat itu saya memutuskan untuk tidak lagi mengkonsumsi daging, dan menjadi seorang vegetarian.

Menjadi vegetarian, dilakukan secara bertahap, 1 bulan pertama saya meninggalkan semua daging, perut saya agak aneh, karena saya harus ke belakang setiap hari, selain itu juga sering lemas dan juga pusing. Saat saya bertanya kepada teman yang sudah lama menjalani vegetarian, saya baru tahu bahwa pola makan saya tidak seimbang, karena hanya mengkonsumsi sayuran hijau saja setiap hari. Bulan kedua saya meninggalkan telur dan segala sesuatu produk yang mengandung hewani. Hingga akhirnya saya melewati setiap bulan dengan lancar tanpa merasa bersalah oleh penderitaan hewan. Tadinya menjadi vegetarian didorong rasa kasihan pada hewan, namun tidak disangka ternyata efeknya sangat banyak sekali, kulit saya lebih cerah, pikiran saya lebih positif, dan jarang sekali sakit. Vegetarian adalah pilihan tepat untuk hidup yang sehat.

Saat saya menikah, dan mengandung, saya terus menjalankan vegetarian. Setiap hari yang saya konsumsi adalah nasi, beraneka warna jenis sayuran, bayam, wortel, brokoli, buncis, kacang merah, terong, kacang hijau, roti, mie, jamur, jeruk, pepaya, apel, pisang dan segala jenis buah saya konsumsi. Setiap hari saya membuat jus buah, dan juga minum susu kedelai. Selain itu saya juga mengkonsumsi suplemen dan vitamin yang diberikan oleh dokter kandungan. Minum air putih yang banyak adalah wajib bagi saya, untuk menghindari dehidrasi saat mengandung. Istirahat yang cukup serta setiap minggu mengikuti senam hamil adalah kegiatan saya selama menunggu proses kelahiran.

Dan akhirnya yang ditunggu selama 9 bulan telah tiba, munculnya bayi laki-laki gagah dalam kehidupan keluarga kami begitu menggembirakan. Saya sangat terharu bercampur syukur dikaruniai anak yang begitu tampan dan gagah. Saya akan merawat dan membesarkannya sebaik mungkin. Yang pasti saya pun menginginkan anak saya ikut vegetarian. Hmm tapi apakah mungkin, bayi vegetarian? Bisakah? Saya tidak tahu bagaimana bayi bisa vegetarian? Saya mulai banyak mencari informasi dan juga bertanya kepada semua teman-teman yang sudah berpengalaman dalam membesarkan bayi vegetarian. Melewati 6 bulan pertama masa kehidupan Gungde Krisna, panggilan anak saya, masih lancar-lancar saja, karena semua asupan gizi dan makanan Gungde bersumber dari ASI. Menginjak bulan ke tujuh, Gungde belajar makan bubur saring dan sayuran. Bubur saring adalah bubur nasi yang disaring menggunakan saringan kawat yang lubangnya kecil. Setelah halus sajikan hangat-hangat, lalu diberi garam sedikit saja (dokter tidak menyarankan sih), lalu dicampurkan dengan bubur sayur.

Membuat bubur sayur sangat mudah, semua jenis sayur bisa dibuat bubur. Contoh yang saya berikan pada Gungde adalah bayam, wortel, jagung manis, sawi, brokoli, bunga kol, buncis, kentang dll. Semua sayur saya rebus, kemudian dihaluskan menggunakan blender atau dilumatkan dengan sendok. Setiap hari berbeda-beda jenis sayur yang diberikan agar kebutuhan vitamin dalam sayur terpenuhi, saya juga melengkapinya dengan jus buah yang saya taruh dalam botol dot nya. Gungde sangat doyan sekali dengan sayur dan buah. Untuk bayi dibawah satu tahun, kebutuhan akan akan nutrisinya sangat tergantung dari ASI, sedangkan makanan pendamping ASI, nutirsinya bisa tercukupi dengan konsumsi buah dan sayur beraneka warna. Tahu dan tempe juga dapat diberikan dengan cara direbus hingga matang lalu di lumatkan hinga halus, bisa dicampurkan dengan kaldu sayur sebagai makanan penutup.

sayur dan buahTernyata membesarkan bayi vegetarian, tidaklah terlalu sulit. Bagi saya yang penting tercukupi akan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitaminnya. Semua itu sudah ada di sayur, buah, jamur, tempe, tahu dan sebagainya. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat dan cocok pada perut bayi adalah gula fruktosa, gula ini biasanya terdapat pada semua jenis buah segar, apel, mangga dll, buncis, kacang polong, ASI, pasta, kentang manis, kacang kedelai, sayuran dan biji-bijian. Sedangkan contoh makanan yang mengandung protein adalah susu kedelai, tempe, tahu, kacang kedelai, kacang-kacangan, buncis, mentega kacang, padi-padian, gandum dan hampir semua elemen makanan banyak yang mengandung protein yang cukup baik. Untuk lemak, bisa didapati pada ASI, biji bunga matahari, jagung, minyak kedelai, kenari, alpukat, minyak sayur, mentega kacang (ada baiknya diberikan pada usia 2th keatas). Mineral banyak terdapat pada buah-buahan, kacang, sayuran berhijau daun, dan rumput laut. Sedangkan vitamin, yang pasti banyak didapati pada sayur berwarna warni, segala jenis buah, dan kacang-kacangan. Untuk kebutuhan akan vitamin B12, bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi tempe, lidah buaya dan tanaman hasil laut, sedangkan vitamin D bersumber dari susu kedelai dan paparan sinar matahari pagi.

Sekarang anak saya menginjak usia 2 tahun, menu makanannya sudah bisa seperti makanan orang dewasa. Aneka macam sayur, jamur, tahu, tempe dan juga buah menjadi menu wajib keluarga kami. Dengan pengaturan menu yang beragam setiap harinya, kebutuhan gizi yang seimbangpun bisa terpenuhi dengan baik. Bahan-bahan makanan vegetarian pun tidaklah sulit untuk mendapatkannya. Sehat sejak dini dengan vegetarian bagi anak-anak adalah pilihan yang tepat untuk investasi kesehatan masa depannya kelak. Ajarkan gaya hidup sehat untuk anak, dengan berawal dari meja makan anda.

No comments:

Post a Comment